7 Fakta Menarik tentang Tree of Fortune yang Jarang Diketahui

7 Fakta Menarik tentang Tree of Fortune yang Jarang Diketahui

Pohon keberuntungan atau Tree of Fortune bukan sekadar tanaman hias biasa. Di balik daunnya yang rimbun dan batangnya yang sering dipilin spiral, tersimpan sejarah panjang, kepercayaan lintas budaya, dan manfaat nyata yang sudah dirasakan jutaan orang di seluruh dunia. Tidak sedikit yang memeliharanya hanya karena tampilannya menarik, tanpa tahu betapa kaya cerita yang ada di balik tanaman ini.

Nama ilmiahnya adalah Pachira aquatica, namun di pasar tanaman hias Indonesia, ia lebih dikenal sebagai pohon uang atau money tree. Sejak popularitasnya meledak di Asia Timur pada era 1980-an, Tree of Fortune terus jadi primadona di rumah, kantor, bahkan hotel berbintang. Faktanya, hingga 2026 ini, permintaan bibit tanaman ini di marketplace lokal masih konsisten tinggi sepanjang tahun.

Nah, sebelum Anda memutuskan membelinya — atau mungkin sudah memilikinya — ada baiknya mengenal lebih dalam fakta-fakta yang jarang diungkap. Beberapa di antaranya cukup mengejutkan dan justru akan membuat Anda semakin menghargai tanaman satu ini.


Fakta Unik Tree of Fortune yang Wajib Anda Tahu

1. Asalnya Bukan dari Asia, Tapi Amerika Tengah

Banyak orang mengira Tree of Fortune berasal dari Tiongkok atau Jepang karena identik dengan simbol keberuntungan Asia. Kenyataannya, Pachira aquatica tumbuh liar di rawa-rawa Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Ia kemudian dibawa ke Taiwan pada 1980-an oleh seorang petani, yang pertama kali mengepang batang mudanya menjadi bentuk spiral ikonik itu. Dari sanalah tradisi dimulai dan menyebar ke seluruh Asia.

2. Batang yang Dipilin Bukan Sekadar Dekorasi

Teknik mengepang atau mempilin batang Tree of Fortune dilakukan saat tanaman masih muda dan lentur. Proses ini bukan hanya soal estetika — banyak praktisi feng shui percaya bahwa pilinan batang menciptakan “jaring energi” yang mampu menangkap dan menyimpan chi (energi positif). Semakin rapi pilinannya, semakin tinggi pula nilai jual tanaman tersebut di pasaran.

3. Dikaitkan dengan Keberuntungan Finansial sejak Lama

Tree of Fortune diyakini membawa keberuntungan finansial dalam tradisi feng shui karena daunnya yang berbentuk jari tangan terbuka — seolah siap “menangkap” rezeki. Jumlah daun dalam satu tangkai pun punya makna: lima daun melambangkan lima elemen alam dalam kosmologi Tiongkok. Jika menemukan tangkai dengan tujuh daun, konon itu pertanda keberuntungan berlipat ganda.

4. NASA Pernah Memasukkannya ke Daftar Tanaman Pemurni Udara

Ini fakta yang jarang sekali dibahas. Studi terkait tanaman pemurni udara dalam ruangan — yang sering dikaitkan dengan penelitian NASA Clean Air Study — menemukan bahwa keluarga Pachira efektif menyerap racun udara seperti benzena, formaldehida, dan xilena. Artinya, Tree of Fortune bukan cuma cantik secara visual, tapi juga aktif membersihkan udara di ruangan Anda.


Cara Merawat Tree of Fortune agar Tumbuh Subur dan Berumur Panjang

5. Ia Lebih Suka Disiram Jarang daripada Sering

Kesalahan terbesar pemilik Tree of Fortune adalah terlalu rajin menyiram. Akar tanaman ini sangat rentan terhadap busuk akar akibat genangan air. Cukup siram dua kali seminggu di musim kemarau, dan kurangi frekuensinya saat musim hujan. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup — ini kunci utama agar tanaman tetap sehat dalam jangka panjang.

6. Cahaya Tidak Langsung adalah Kondisi Idealnya

Tree of Fortune tumbuh optimal di bawah cahaya terang namun tidak terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari langsung yang intens justru bisa membakar daun dan membuat warnanya memudar. Letakkan di dekat jendela yang menghadap timur atau barat — posisi ini memberikan cahaya pagi atau sore yang lembut. Banyak orang menempatkannya di sudut ruang tamu dekat jendela, dan hasilnya memang ideal.

7. Umurnya Bisa Puluhan Tahun jika Dirawat Benar

Fakta terakhir yang jarang diketahui: Tree of Fortune bisa hidup hingga 10–20 tahun bahkan lebih, jika mendapat perawatan yang tepat. Beberapa spesimen yang dirawat dengan baik dilaporkan masih produktif dan rimbun setelah lebih dari dua dekade. Kuncinya ada pada pemupukan rutin setiap dua bulan sekali, pemangkasan ringan untuk menjaga bentuk, dan penggantian media tanam setiap dua tahun.


Kesimpulan

Tree of Fortune bukan sekadar tren dekorasi yang datang dan pergi. Dengan sejarah yang kaya, manfaat nyata untuk kualitas udara dalam ruangan, dan filosofi keberuntungan yang tertanam dalam budaya Asia, tanaman ini punya nilai jauh lebih dalam dari tampilannya. Memahami fakta-fakta di atas tentu membuat pengalaman memeliharanya jadi lebih bermakna.

Jadi jika Anda sedang mencari tanaman hias yang tidak hanya indah dipandang tapi juga fungsional dan penuh cerita, Tree of Fortune layak jadi pilihan utama. Rawat dengan sabar, tempatkan di lokasi yang tepat, dan biarkan tanaman ini tumbuh menjadi bagian hidup Anda selama bertahun-tahun ke depan.


FAQ

Apakah Tree of Fortune benar-benar membawa keberuntungan?

Secara ilmiah, tidak ada bukti langsung bahwa tanaman ini mendatangkan keberuntungan finansial. Namun dalam tradisi feng shui, Tree of Fortune dipercaya memancarkan energi positif yang mendukung kelancaran rezeki. Banyak orang merasa lebih termotivasi dan tenang saat lingkungan mereka hijau dan segar — dan itu sendiri sudah bernilai positif.

Berapa kali Tree of Fortune harus disiram dalam seminggu?

Idealnya dua kali seminggu saat musim kemarau dan cukup sekali seminggu saat musim hujan. Pastikan tanah mengering dulu sebelum penyiraman berikutnya untuk mencegah busuk akar. Gunakan pot dengan lubang drainase agar kelebihan air bisa keluar dengan lancar.

Mengapa daun Tree of Fortune menguning dan rontok?

Daun menguning biasanya disebabkan oleh penyiraman berlebihan, kurang cahaya, atau perubahan suhu yang drastis. Coba evaluasi frekuensi siram dan lokasi penempatan tanaman. Jika masalah berlanjut, periksa akar — kemungkinan ada tanda-tanda busuk yang perlu segera ditangani dengan memindahkan ke media tanam baru.